Lifestyle

Ajang Lari Makin Digemari, Pakar Ingatkan Jangan Ikut Tren Tanpa Siapkan Diri

TopCareer.id – Tren ajang lari kini tengah digemari. Mulai dari 10K, half marathon, hingga full marathon, makin diminati masyarakat khususnya generasi muda.

Namun, pakar dari Universitas Gadjah Mada (UGM) mengingatkan agar tren ini juga diimbangi dengan persiapan fisik yang memadai, sehingga tidak berdampak buruk pada tubuh.

Menurut Denny Agustiningsih, Guru Besar Fisiologi Olahraga UGM, salah satu kesalahan yang kerap dilakukan masyarakat adalah langsung mengikuti lari jarak jauh walau sebelumnya tidak terbiasa berolahraga.

“Tidak pernah olahraga, ikut tren. Sekarang trennya lari 10 kilo, half marathon, full marathon. Dia belum pernah menyiapkan sejak awal. Nah, yang terjadi adalah kerusakan-kerusakan pada ototnya,” kata Denny.

Mengutip laman resmi UGM, Senin (12/10/2026), Denny menjelaskan bahwa tubuh perlu proses adaptasi sebelum seseorang meningkatkan beban latihan.

Baca Juga: Latihan lompat Tali Bakar Lebih Banyak Kalori daripada Jogging

Selain otot, latihan yang terlalu berat tanpa persiapan juga bisa membebani sistem jantung dan pembulih darah.

“Kalau memang mau ikut tren ya mulailah persiapkan dari awal dulu, latihan dulu, kuatkan dulu, perbaiki dulu baru kemudian bertahap untuk mengikuti kegiatan tadi,” kata Denny.

Ia menegaskan, bagi masyarakat yang bukan atlet, latihan dengan intensitas tinggi tidak perlu dilakukan terus menerus.

Untuk mempersiapkan diri menghadapi race, latihan intensitas tinggi dapat dilakukan sekitar dua kali dalam seminggu. Sedangkan latihan lainnya tetap dilakukan dengan intensitas sedang.

“Kalau tubuhnya dipacu terus dengan intensitas tinggi, terus-terusan lima kali dalam satu minggu, maka sistem tubuhnya yang kemudian akan kelelahan,” Denny menjelaskan.

Dalam latihan rutin, Denny menyarankan masyarakat melakukan aktivitas aerobik sekitar tiga hingga lima kali dalam seminggu. Durasi per sesi bisa berkisar 30 sampai 45 menit dan dapat diperpanjang hingga 60 menit.

Baca Juga: Ini Risiko Jika Adiktif pada Olahraga Lari

Sementara bagi yang baru mulai berolahraga, Denny menyebut intensitas latihan sebaiknya dimulai dari tingkat rendah, kemudian ditingkatkan secara bertahap.

Menurutnya, konsistensi juga menjadi bagian penting dalam membangun kebugaran. Aktivitas fisik dapat dilakukan dengan menyesuaikan minat, kemampuan, dan kesempatan masing-masing individu.

Selain latihan aerobik seperti lari, jogging, bersepeda, dan berenang, latihan beban juga perlu menjadi bagian dari aktivitas fisik.

Denny mengatakan latihan beban dapat dilakukan dengan beban tubuh sendiri seperti push-up, sit-up, pull-up, squat, dan lunges, maupun menggunakan alat

“Olahraga itu harus dikombinasi antara olahraga aerobik yang menggunakan otot-otot besar, misalnya lari, jogging, bersepeda, berenang. Itu harus dikombinasi dengan olahraga beban,” kata Denny.

1 2Laman berikutnya
Banner Loker

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button